Avenged Sevenfold - Dear God

Rabu, 27 Agustus 2014

PENGERTIAN ASAM BASA



Indikator asam-basa adalah senyawa halokromik yang ditambahkan dalam jumlah kecil ke dalam sampel, umumnya adalah larutan yang akan memberikan warna sesuai dengan kondisi pH larutan tersebut. Pada temperatur 25° Celsius, nilai pH untuk larutan netral adalah 7,0. Di bawah nilai tersebut larutan dikatakan asam, dan di atas nilai tersebut larutan dikatakan basa. Kebanyakan senyawa organik yang dihasilkan makhluk hidup mudah melepaskan proton (bersifat sebagai Asam Lewis), umumnya Asam Karboksilat dan Amina, sehingga indikator asam-basa banyak digunakan dalam bidang kimia hayati dan kimia analitik. Mekanisme perubahan warna oleh indikator adalah reaksi asam-basa, pembentukan kompleks, dan reaksi redoks

Pengertian Asam Basa
Asam dan basa sudah dikenal sejak zaman dulu. Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Basa digunakan dalam pembuatan sabun. Juga sudah lama diketahui bahwa asam dan basa saling menetralkan. Di alam, asam ditemukan dalam buah-buahan, misalnya asam sitrat dalam buah jeruk berfungsi untuk memberi rasa limun yang tajam. Cuka mengandung asam asetat, dan asam tanak dari kulit pohon digunakan untuk menyamak kulit. Asam mineral yang lebih kuat telah dibuat sejak abad pertengahan, salah satunya adalah aqua forti (asam nitrat) yang digunakan oleh para peneliti untuk memisahkan emas dan perak.




LARUTAN ASAM-BASA DAN INDENTIFIKASINYA
MENURUT ARRHENIUS
Asam ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H+. Basa ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion OH-.
Contoh:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3tXDL6ZCXodKw85SLrX66f3DXe66MK8PQk0fnNGhqt7mdjjo9q2oEvg5SF6rkPDbAqbiqNs78bQS9Cm3aIK7ouvdWrg4Yj-C71hIio9PmZqe4m1TK2c308hmp0Aw4f_0L8peTqzcPBuc/s320/arhenius.gif

MENURUT BRONSTED-LOWRY
Asam ialah proton donor, sedangkan basa adalah proton akseptor.
Contoh:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE6ujWLEbOnZqzamqjCKwd5UCSiW6gpPEQKu1q6GgveAjdGeMSiFl8MinT9t3_rj3YSqyL4yVOigJ0H0D-vFkATQ5aAYwmVdPOTkPdIpFemPQWL56FxiJMM2eg_BMZCqoLQnrx_8CTPgo/s320/bownste-dlowry.gif

HCl dengan Cl - merupakan pasangan asam-basa konyugasi.
H3O+ dengan H2O merupakan pasangan asam-basa konyugasi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhna1LckAnteKI6-9814WK1_OC20ZzjlZJWCEGZVEbu8Ubdi9lv3eOOYXwLqgtVvR1rtvYB95AwqHksTEUuGFeS46_SsMzlZrLsfS0Ktfl-0PBr-ZTCNf9q0plg5WFv9IDvUR6eYqqzjzs/s320/brownsted-lowry2.gif

H2O dengan OH- merupakan pasangan asam-basa konyugasi.
NH4+ dengan NH3 merupakan pasangan asam-basa konyugasi.
Pada contoh di atas terlihat bahwa air dapat bersifat sebagai asam (proton donor) dan sebagai basa (proton akseptor). Zat atau ion atau spesi seperti ini bersifat ampiprotik (amfoter).

MENURUT LEWIS
Asam adalah senyawa penerima (akseptor) pasangan elektron. Basa adalah senyawa pemberi (donor) pasangan elektron
Contoh :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWeE4F_Vre6ANReEp_SGE6AcY9YT9gCjVv05yNvMsz_LGRNZohwZCWzUL-75KLBWcj9yn-lrBlRSrYGMp2BacmbAOxrW0gg4UxmpqKnupA7KDXIi1cnB2TnnGGIzrA0itEB9NRk1lBZf0/s320/lewis.gif
dari contoh diatas BF3 bertindak sebagai asam lewis sedangkan NH3 bertindak sebagai basa lewis
Ciri-Ciri umum larutan asam yaitu :
  1. Terasa masam
  2. Bersifat korosif
  3. Dapat memerahkan kertas lakmus biru
  4. Larutan dalam air dapat mengantarkan arus listrik
  5. Menyebabkan perkaratan logam (korosif)
Ciri-ciri umum larutan basa yaitu :
  1. Rasanya pahit
  2. Bersifat licin
  3. Dapat membirukan kertas lakmus merah
  4. Larutan dalam air dapat mengantarkan listrik
  5. Jika mengenai kulit, maka kulit akan melepuh (kaustik)
IDENTIFIKASI LARUTAN ASAM-BASA MENGGUNAKAN KERTAS LAKMUS
Kertas lakmus akan mengalami perubahan warna jika dimasukkan (dicelupkan) ada larutan yang memiliki pH antara 5.0-9.0, yang mana pada pH dibawah 7.0 (larutan asam) kertas lakmus akan berwarna merah sedangkan pada pH diatas 7.0 (larutan basa) kertas lakmus akan berwarna biru.
Teori: Larutan asam dapat memerahkan kertas lakmus, artinya jika kertas lakmus biru dicelupkan pada larutan yang bersifat asam maka warna kertas lakmus tersebut akan berubah menjadi merah sedangkan jika kertas lakmus merah yang dicelupkan warna kertas lakmus akan tetap merah. perhatikan gambar dibawah ini!
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhySRbW4PqmdkRIUlj68bqVR37Q9GMiAzWq984G0VJlYxPD9xERIJpOvJrtFSneB33vyLDDykEf_k9VFxwg0Mnq8PUoVuRqE74GUjtrH8futNbjiFKkC14lAD8G41W3HIjaLlDCbr4oNzk/s320/asam.gif
Teori: Larutan basa dapat membirukan kertas lakmus, artinya jika kertas lakmus merah dicelupkan pada larutan yang bersifat basa, maka warna kertas lakmus tersebut akan berubah menjadi biru. Sedangkan jika kertas lakmus biru yang dicelupkan, warna kertas lakmus akan tetap biru. perhatikan gambar dibawah ini!
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiEJUMugWGOZFZ5LtMDufUngj8qEgZ_4sz4UnD61YGlqCQu_RlYth69no6_GMv6K_YCTDIrn4GwB32GNpqrEHOP5VUGgQZGsRGpkTcFPZ_P-WjhrBVFaOEc7PUKEUU9YTcIFbcrvsvDhg/s320/basa.gif

IDENTIFIKASI LARUTAN ASAM BASA MENGGUNAKAN INDIKATOR FENOLFTALEIN
Larutan indikator fenolftalein akan mengalami perubahan warna pada pH 8.0-9.8, ini artinya warna larutan fenolftalein akan berubah jika larutan ini dicampurkan (ditambahkan) larutan yang bersifat basa (pH larutan diatas 7.0) atau dapat diartikan pula bahwa larutan yang bersifat basa akan mengalami perubahan warna menjadi merah jika ditambahkan indikator fenolftalein. Perhatikan gambar dibawah ini:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2pa9rLyrlIpEISsXe9b_KFOLzKM8qjZZ-LNazaJ-YUt7WLFUMLy2-m4DtDXbkWQN4Z3SVy1SzRp-egN8b3noqvxAQUbuN_5cPjDrfoKmNv6EafC2HR-OiYrdgVst9QC_0DMsHXhz1DaM/s320/asamfe.gif
Gambar.1
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6UqMuFbcds1x29IDqFoB3syl3AFjeqBhYRUduOiu2BkZv3w-Ww1XrJDs8xin0N-J9ciyyJLQspoRljNfaJM4DdvJyJSWqilUuTRZyL5aIW2E865LlGi6Nl9BUY6zP1UH3bSGmqe7mEsE/s320/basafe.gif
Gambar.2
Dari kedua gambar diatas dapat dibedakan antara perubahan warna yang terjadi setelah penambahan fenolftalein antara Gambar 1 dan Gambar 2. Pada Gambar 1 warna larutan tetap kuning walaupun telah ditambahkan fenolftalein hal ini menandakan bahwa warna fenolftalein tidak berubah pada larutan tersebut. fenolftalein tidak mengalami perubahan pada Gambar 1 karena larutan tersebut adalah larutan asam yang memiliki pH dibawah 7,0. Pada Gambar 2 terjadi perubahan warna larutan menjadi merah setelah penambahan fenolftalein. Sesuai dengan teori bahwa larutan fenolftalein akan berwarna merah jika ditambahkan pada larutan yang bersifat basa yang memiliki pH lebih dari 7,0.
Selain menggunakan indikator berupa kertas lakmus dan fenolftalein dalam menentukan larutan asam-basa, kita juga dapat menggunakan indikator alami misalnya dengan ekstrak kunyit dan bunga kembang sepatu, nah sekarang tugas anda adalah menentukan larutan asam-basa dengan menggunakan indikator alami tersebut!! Caranya adalah sebagai berikut:
  1. Siapkan kunyit dan bunga kembang sepatu, air jeruk atau cuka dan air sabun atau air kapur
  2. Kunyit atau bunga kembang sepatu ditumbuk dan ditambahkan aquadest (air) kemudian disaring sehingga diperoleh filtrat (ekstak)
  3. Ekstrak kunyit dan ekstrak kembang sepatu tersebut masing-masing diteteskan pada air jeruk atau cuka dan air sabun atau air kapur
  4. Amati perubahan warna larutan yang terjadi pada air jeruk atau cuka dan air sabun atau air kapur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar